TATA NEGARA

KUMPULAN MATERI DAN SOAL TATA NEGARA,

FALSAFAH DAN IDEOLOGI, SEJARAH, UUD 1945,

DAN PENGETAHUAN UMUM P4

1. Pengertian Pokok Mengenai PANCASILA

a. Arti Kata da n Asal-usul Istilah PANCASILA

Etimologi: – huruf i biasa, berarti berbatu sendi y/ lima (sila=batu sendi, alas/dasar).

– huruf i panjang, bermakna lima aturan tingkah laku y/ penting.

Terminologi: larangan membunuh, mencuri, berzina, minum, berdusta.

b. Kedudukan da n Fungsi PANCASILA

Jiwa Bgs INDONESIA: melekat erat pada aktivitas kehidupan bgs INDONESIA. Kepribadian BI: sikap mental, tingkah laku, amal jadi ciri khas. Pandangan hidup BI: sbg penujuk, p enuntun, dan pegan gan sikap. Falsafah hidup BI: diyakini memiliki kebenaran. Weltanschauung/philosophische grondslag: p andangan dunia/hidup. Perjanjian luhur rakyat INDONESIA: telah disepakati dan disetujui o/ rakyat. Cita-cita dan tujuan bgs INDONESIA: cita-cita mencapai masyarakat adil dan makmur. Dasar negara RI: dasar pedoman dlm mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan negara. Su mber  dari  segala  sumber  hukum:  TAP  MPRS  No.  XX/MPRS/1966  (Jo.  TAP  MPR  No.  V/MPR/1973 d an TAP MPR No . IX/MPR/1978). Landasan Idiil: mengenai landasan GBHN.

Sehubungan  dgn kedua fungsi pokok PANCASILA sbg pandangan  hid up  bgs (a-g)  dan PANCASILA sbg  dasar  negara  (h-j),  maka  sbg  dasar  negara  pengamalannya  bersifat  objektif.  dlm  arti  bahwa  pengamalannya  didasarkan  kepada  ketentuan  dlm  peraturan  perundang-undangan.  Sedangkan  sbg   pandangan  hidup,  bersifat  subjektif  dan  pengamalannya  diserahkan  kepada  individu  masing-masing   tanpa disertai sanksi h uku m.

c. PANCASILA  y /  res mi  dan  y/  harus  kita  hayati  serta  amalkan:  y/  tercantum  dlm  Alenia  ke  IV

Pembukaan UUD 45 y/ diperkuat o/ INPRES No. 12 tahun 1968 tgl 13 April 1968 mengenai ‘rumusan   dan tata urutan PANCASILA sebagaimana dimuat dlm Pembukaan  UUD 45, dinyatakan  sbg  rumusan  dan tata uru tan y/ resmi dlm penulisan, pembacaan, dan pengucapan PANCASILA. – Theokrasi Absolut: bila sila pertama tdk dikaitkan dgn sila lainnya. – Kosmopolitanisme: paham y/ tdk mengakui adanya negara nasional. – So vinisme: paham keban gsaan y/ sempit spt Nazisme dan Fasisme. – Liberalisme: sila ke empat. – So sialisme y/ atheis atau y/ tdk demokratis. PANCASILA y/ resmi dan y/ harus kita hayati serta amalkan menurut Yuridis Konstitusional sep erti di  atas, juga karena alasan moral (moralitas mc y/ beragama) dan alasan asas berfikir logis (menunjukkan   suatu  rangkaian  tingkat  dlm  luasnya  isi,  tiap-tiap  sila  y/  di  belakang  sila  lainnya  merupakan  pengkhususan dari sila y/ di mukanya). Ekaprasetia Pancakarsa: tekad y/ tunggal u/ melakukan lima kehendak.

2. PANCASILA sbg Falsa fah Bgs INDONESIA

a. Falsafah (Filsafat) PANCASILA: kekhasan dari PANCASILA ialah bahwa sila-sila PANCASILA itu

harus  kita  lihat  sbg  satu  rangkaian  kesatuan,  harus  kita  p ahami  sbg  satu  totalitas  y/  susunan  dan  bentuknya hirearkhis p iramidal. Dlm hal inilah kita katakan PANCASILA suatu sistem filsafat.

0813-2074-9020

1

 

 

Kumpulan Soa l Latihan Ujian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

b. Nilai-nilai dlm PANCASILA

Definisi nilai menurut Prof. Notonagoro: – Nilai materiil: segala sesuatu y/ b erguna bagi unsur mc. – Nilai vital: segala sesuatu y/ berguna bagi mc u/ dp t mengadakan kegiatan dan aktivitas. – Nilai  kerohanian:  segala  sesuatu  y/  bergu na  bagi  rohani  mc.  (kebenaran,  keindahan,  kebaikan,

religius).

c. Pandangan Intergralistik dlm PANCASILA; menurut Prof. Dr. Soepomo dlm sidang BPUPKI tgl 31

Mei 45 (stateside):

Teori  Perseorangan  (individu alistik):  diajarkan  o/  Thomas  Hobbes,  John  Locke,  J.J.  Rousseau,  Herbert Spencer dan H.J. Laski y/ diterapkan di Eropa Barat dan Amerika y/ bersifat liberal. Teori golongan (class theory): diajarkan  o/  Marx, Engels d an Lenin  di  mana  negara  dianggap sbg   alat dari suatu golongan u/ menindas gol lain. Teori  Integralistik:  diajarkan  o/  Spinoza,  Adam  Muller, Hegel,  di  mana  negara  tdk  u/  menjamin  suatu gol, tetapi u/ menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya.

d. PANCASILA  sbg  Ideologi  Negara:  Ideologi  berasal  dari  bahasa  Yunani  idein  (melihat)  dan  logia

(kata,  ajaran)  y/ scr harfiah diartikan sbg  ilmu tentang  id ea, cita-cita, gagasan atau buah  pikiran.    di  mana ideologi PANCASILA diharapkan mampu  berperan membimbing semua warga negara dlm usaha  mengisi  kemerdekaan  INDONESIA  d gn  tetap  berpedoman  kepada  ke  lima  sila  PANCASILA.  Ideologi  PANCASILA  merupakan  paduan  gagasan  dasar  mengenai  hid up  dan  kehidupan  bgs  INDONESIA dlm bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

3. HAM dlm PANCASILA dan PANCASILA dlm Lambang Negara

Magna Charta (1215) di Inggris; Revolusi Perancis (1789); 10 Desember 1948 The Universal Declaration of

Human Rights.

Hak-hak  dan  keb ebasan d asar mc  dlm UUD  45:  Hak d lm  lapangan  politik (pasal  28);  Hak  dlm lapangan

ekonomi (pasal 2 7 ayat  2); Hak dlm lapangan sosial (pasal  30); Hak dlm lapangan kebudayaan (pasal  31); Kebebasan dasar (pasal 29 ayat 2 ).

Kewajiban  thd negara: kewajiban  membela negara  (pasal  30);  kewajiban  patuh pada  UU termasuk aturan

hukum y/ tertulis dan pada penguasa; kewajiban membayar pajak, Bea dan cukai  menurut ketentuan y/  ada.

a. HAM dlm PANCASILA: dijaminnya kebebasan beribadah;  berhak u/  diperlakukan pantas; kesadaran

kebangsaan INDONESIA;  hak mengeluarkan  pendapat,  berkump ul;  melaksanakan  kesejahteraan bagi  seluruh anggota masyarakat.

b. PANCASILA  dlm  Lambang  Negara  (Ketentuan  mengenai  Lambang  Negara  RI  tertuang  dlm

Peraturan Pemerintah No. 66 tahun 1951 tgl 17 Oktober 1951 )

Lambang Negara Garuda PANCASILA terbagi menjadi tiga bagian: Burung  Garuda  y/  berdiri  tegak  dgn  mengembangkan  sayapnya  ke  kanan  dan  ke  kiri,  sedangkan

kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan.

Perisai  berbentuk jantung  y/  digantung dgn  rantai  pada leher  Garuda. Perisai  ini  terbagi  menjadi  lima

ruangan,  dan  di  masing-masing  ruangan  terlukis  lambang  sila-sila  PANCASILA,  satu  lambang   pada tiap ruangan.

Semboyan berbunyi Bhinneka Tunggal Ika, ditulis pada pita y/ dicengkram kaki Garuda.

4. Pemahaman PANCASILA dari segi Sejarah

a. PANCASILA dlm Kehidupan Masyarakat INDONESIA sebelum tahun 1945

Presiden  Soeharto  dlm  pidatonya  pada  peringatan  hari  ulang  tahun  ke-24  Parkindo  tgl  15  November  1969   di  Surabaya,  mengatakan  bahwa  PANCASILA  telah  lahir  melalui  proses  y/  panjang dan telah berakar kuat pada kepribadian bgs INDONESIA. Ir.  Soekarno  dlm  pidato  sambutannya  tgl  19  September  1951  d i  mana  UGM  memberikan  gelar  Doctor Honoris Causa dlm ilmu hukum, menyatakan bahwa PANCASILA telah tergurat pada jiwa  bgs INDONESIA. Dlm unsur  silanya  terdapat  bukti  bahwa  masyarakat  INDONESIA  telah  mempunyai k epercayaan   dan  agama;  sifat  saling  menolong;  hub ungan  antar  ind ividu  dgn  masyarakat  sangat  erat;  bermusyawarah u/ mufakat; dan suka bergotong-royong.

b. Sejarah Perumusan PANCASILA sbg Dasar Negara

Akhir tahun 1944 , bintang Jepang mulai suram. 7 Sep tember 1944, Perdana Menteri Koiso menjanjikan kemerdekaan INDONESIA. 8 Sep tember 1944, Bendera dan Lagu kebangsaan boleh disejajarkan.

0813-2074-9020

2

 

 

Kumpulan Soa l Latihan Ujian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

1  Maret  19 45,  Pemerintah  militer  Jepang  di  Jawa  di  bawah  pimpIndonesian  Saiko  Shikikan   (Panglima  Tertinggi)  Harada  Kumakichi  mengumumkan  pembentukan  suatu  badan  bernama  Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPKI). 29 April 1945, pada hari ulang tahun Tennoo Heika diumumkan nama anggotanya 28 Mei 1945 pelantikan o/ LetJen Harada Kumakichi dgn dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat sb g  ketua dan 60 anggotanya. BPUPKI melaksanakan sidang  hanya dua kali yaitu 29 Mei –  1 Juni 1945 (Sidang  I), dan 10  – 17  Juli 1945 (Sidang II). 29  Mei  1945,  Mr.  Muh.  Yamin  mengucapkan  prasaran  dgn  judul  ‘Asas  dan  Dasar  Negara  Kebangsaan  RI’  dgn  mengajukan  5  asas  yaitu:  Peri  Kebangsaan;  Peri  Keman usiaan;  Peri  Ketuhanan; Peri Kerakyatan; dan Kesejahteraan Rakyat. 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengemukakan: negara nasional y/ bersatu; takluk kepada Tuhan;  sistem  badan  permusyawaratan;  sistem  perekonomian  berdasarkan  asas  kekeluargaan;  dan  hubungan antar bgs. 1  Juni  19 45,  Ir.  Soekarno  menyatakan:  Kebangsaan;  Internasionalisme  atau  Peri  Kemanusiaan;  Mufakat atau Demokrasi; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. 1 Juni  1945,  dibentuk  Panitia Kecil seb anyak  8 orang  y/  bertugas sbg pemeriksa  dan  penampung  usul-usul. 22  Juni  1 945,  diadakan  rapat  gabungan  antara  Panitia  Kecil  dan  BPUPKI  y/  men ghasilkan:  1.  Supaya selekas-lekasnya INDONESIA Merdeka; 2. Supaya Hukum Dasar y/ akan dirancang diberi  Preambule; 3. Supaya BPUPKI terus bekerja sampai terwujud suatu Hukum Dasar; 4 . Membentuk   Panitia  Kecil  Penyelidik  Usul-usul/Perumus  Dasar  Negara/Mukadimah  Hukum  Dasar.  (Panitia  Sembilan dgn diketuai o/ Ir. Soekarno). 22 Juni 1945 malam jam 20.00, mengadakan sidang di Pegangsaan Timur 56 Jakarta menghasilkan  Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yaitu: Ketuhanan, dgn kewajiban menjalankan syare’at Islam bagi  pemeluk-pemeluknya; 2,3,4,5. 10 – 17  Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang  y/  ke-2  dgn tujuan menyiap kan Rancangan  UUD  Negara INDONESIA Merdeka. 11 Juli 1 945 , membentuk tiga Panitia Kecil yaitu: Panitia Perancang UUD (19 orang: Ir. Soekarno);  Panitia  Perancang  Ekonomi  dan  Keuangan  (22  orang:  Drs.  Moh.  Hatta);  Panitia  Perancang  Pembelaan Tanah Air (22 orang: Abikusno Tjokrosujoso). 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan dibentuk Dokuritsu Junbi Iinkai (PPKI) dgn Ir. Soekarno  Sb g Ketua dan anggota 2 1 orang. 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyerah tanpa syarat. 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan. 18  Agustus  1945,  PPKI  mengadakan  sidang  dan  memutuskan:  1.  ‘Huk um  Dasar’  pada  Piagam  Jakarta  menjadi  Undang -Undang  Dasar  pada  Pembukaan  UUD;  2.  ‘Ketuhanan  dgn  bla  jadi  Ketuhanan  Y/  Maha  Esa;  3.  “permusyawaratan  perwakilan  jadi  permusyawaratan/perwakilan;  4.  Mensahkan  dan  menetapkan  UUD;  5.  Menetapkan  Ir.  Soekarno  dan  Drs.  Moh.  Hatta  menjadi  Presiden dan Wapres.

c. PANCASILA pada masa Republik INDONESIA

27 Desember 1949, Negara Kesatuan menjadi RIS dan berlaku Konstitusi RIS. 17 Agustus 1950, kembali ke Negara Kesatuan dan berlaku UUDS 1 950. 5  Juli  1959,  kembali  ke  UUD  45  dgn  dikeluarkannya  Dekrit  Presiden  y/  isinya:  1.  Pembubaran

Konstituante;  2.  Berlakun ya  kembali  UUD  45  dan  tdk  berlakunya  lagi  UUDS-RI  1950;  3.  Akan   dibentuknya MPRS dan DPAS dlm waktu singkat.

13 April 1068, dikeluarkan INPRES No. 12/1968 tentang rumusan dan tata urutan PANCASILA.

5. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan PANCASILA (P-4)

a. Latar Belakang perlunya P-4

1. Alasan pengalaman sejarah.

– Kemacetan sidang konstituante – Pemberontakan – Pemutarbalikan PANCASILA

2. Alasan pengembangan tugas ke masa depan.

– Pembangunan memerlukan perubahan sosial – Modernisasi – Infilterisasi – Pergantian generasi

0813-2074-9020

3

 

 

Kumpulan Soa l Latihan Ujian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

– Pembangunan memasuki babak di tengah perjalanan – Perkembangan dunia sangat cepat dan mendasar

b. Proses ditetapkannya Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang P-4

19 Desember 1974, Presiden menyatakan keprihatIndonesiannya mengenai PANCASILA. 16 Agustus 1975, dlm Pidato Kenegaraan di hadapan sidang DPR. 12  April  1976,  mengemukakan  gagasan  mengenai  pedoman  u/  menghayati  dan  mengamalkan

PANCASILA y/ disebut Ekaprasetia Pancakarsa.

WANHANKAMNAS  menyusunnya  kemudian  disampaikan  ke  Tim  Sebelas  u/  disaring  u/  kemudian

disampaikan kepada Presiden.

SIUM  MPR  1  Oktober  1977  pada  acara  pengambilan  sumpah/janji  para  anggota  MPR/DPR  dgn

Presiden  menyerahkan:  1.  Rancangan  Naskah  Pedoman  Penghayatan  dan  Pengamalan  PANCASILA; 2. Rancangan Naskah GBHN.

MPR membentuk: 1. Fraksi-fraksi; 2. Memilih  ketua dan para  Wakil ketua MPR/DPR; 3. Membentuk

Badan Pekerja MPR (BP-MPR) dgn keputusan No. 4./MPR/1977 y/ diketuai o/ H. Achmad Lamo   dari fraksi Utusan Daerah.

Tugas  BP-MPR:  1.  Menyiapkan  Rancangan  Ketetapan  MPR;  2.  Menyiapkan  Rancangan  Acara  dan

Jadwal Sid ang Umum MPR bulan Maret 1978.

BP-MPR membentuk 3 Panitia Ad Hoc (PAH), yaitu: 1. Panitia Ad Hoc I y/ bertugas menyusu n Rantap

MPR  mengenai  GBHN;  2.  PAH II  bertugas men yusun  Rantap  MPR  mengenai  P –  4; 3  PAH III  bertugas menyusun Rantap dan Rantus lainnya.

Diadakan  Pembicaraan  TK  I  –  IV  d an  tgl  21  Maret  1978  menetapkan  Ketetapan  MPR  Nomor:

II/MPR/1978 tentang P – 4 atau Ekaprasetia Pancakarsa.

Eka: satu, tunggal; p rasetia: tekad, janji luhur; Panca: lima; karsa: kehendak, hasrat.   tekad y/ tunggal

u/ melaksanakan lima kehend ak.

Disebut Ekaprasetia karena: 1 . P – 4 itu bertolak dari tekad y/ tunggal, janji y/ luhur kepada diri sendiri

y/ didorong  o/  kesadaran akan  kodratnya sbg mahluk  pribadi  dan  sekaligus sbg  mahlu k sosial;  2.  Pengalamannya lebih merupakan tekad y/ tumbuh dari kesadaran sendiri atau janji thd diri sendiri.

Disebut Pancakarsa  karena:  tumbuhnya hasrat pribadi u/ menghayati dan  mengamalkan PANCASILA

itu didorong o/ kesadaran kodrat dan kemampuan mengendalikan diri.

c. Ketetapan MPR No. II/MPR/19 78

Konsiderans:

PANCASILA perlu dihayati dan diamalkan scr nyata Demi  adanya  kesatuan  bahasa,  kesatuan  pandangan  dan  kesatuan  gerak  langkah  dlm  hal

menghayati serta mengamalkan PANCASILA.

Diktum:

P – 4 tdk merupakan tafsir thd PANCASILA sbg dasar negara. P – 4 dirumuskan scr sederhana, jelas dan mudah dipahami. Naskah P – 4 sb g lampiran, merupakan bagian tak terpisahkan dari Ketetapan ini. P – 4 merupakan penutupan dan pegangan hid up dlm kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Presiden selaku mandataris ditugasi u/ mengusahakan agar P – 4 dilaksanakan baik. TAP MPR No. II/MPR/1978 mulai berlaku tgl 22 Maret 1978.

Lampiran

Pendahuluan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan PANCASILA (Ekaprasetia Pancakarsa)

Sila Ketuhanan Y/ Maha Esa (4 butir):

Percaya  dan  takwa  kepada  Tuhan  YME  sesuai  dgn  agama  dan  kepercayaan  masing-

masing menurut dasar kemanusiaan y/ adil dan beradab.

Hormat  menghormati  dan  bekerja  sama  antara  pemeluk  agama  dan  penganut-penganut

kepercayaan y/ berbeda-beda, sehingga terbIndonesia kerukunan hidup.

Saling  menghormati  keb ebasan  menjalankan  ibadah  sesuai  d gn  agama  dan

kepercayaannya.

Tdk memaksakan suatu agama d an kepercayaan kepada orang lain.

Sila Kemanusiaan y/ adil dan beradab (8 butir):

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak d an kewajiban antara sesama mc. Saling mencintai sesama mc. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tdk semena-mena thd orang lain. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

0813-2074-9020

4

 

 

Kumpulan Soa l Latihan Ujian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

Berani membela kebenaran dan keadilan. Bgs  INDONESIA  merasa  dirinya  sbg  b agian  dari  seluruh  umat  mc,  karena  itu

dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dgn bgs lain.

Sila Persatuan INDONESIA (5 butir):

Menempatkan  persatuan, kesatuan,  kepentingan  dan keselamatan bgs  dan  negara  di  atas

kepentingan pribadi atau golongan.

Rela berko rban u/ kep entingan b gs dan negara. Cinta tanah air dan bgs. Bangga sbg bgs INDONESIA dan bertanah air INDONESIA. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bgs y/ ber-Bhinneka Tun ggal Ika.

Kerakyatan y/ dipimpin o/ hik mat kebijaksanaan dlm permusyawaratan/perwakilan (7 butir):

Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tdk memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dlm mengambil keputusan u/ kepentingan bersama. Musyawarah u/ mencapai mufakat diliputi o/ semangat kekeluargaan. Dgn  itikad  baik  dan  rasa  tanggung  jawab  menerima  dan  melaksanakan  hasil  keputusan

musyawarah.

Musyawarah dilakukan dgn akal sehat dan sesuai dgn hati nurani y/ luhur. Keputusan  y/  diambil harus  dpt  dipertanggungjawabkan  scr  moral  kepada Tuhan  YME,

menjunjung tinggi harkat d an martabat mc serta nilai-nilai k ebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat INDONESIA (12 butir):

Mengembangkan  perbuatan-perbuatan  y/  luhur  y/  mencerminkan  sikap  dan  suasana

kekeluargaan dan kegotong-ro yo ngan.

Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Su ka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi sikap pemerasan thd orang lain. Tdk bersifat boros. Tdk bergaya hidup mewah. Tdk melakukan perbuatan y/ merugikan kepentingan umu m. Su ka bekerja keras. Menghargai hasil karya orang lain. Bersama-sama berusaha mewujud kan kemajuan y/ merata dan berkeadilan sosial.

Penutup

d. Lima Kunci Poko k u/ mema hami P-4

1. P-4 merupakan penuntun  sikap  dan  tingkah laku  mc  INDONESIA  dlm  kehidupan  bermasyarakat

dan bernegara. – P  –  4  bukan  tafsir  thd  PANCASILA,  melainkan  pedoman  dan  penuntun  agar  dgn  berbuat

seperti itu terwujudlah PANCASILA dlm ken yataan.

– PANCASILA harus diamalkan dlm kehidupan sehari-hari.

2. P-4 didasarkan atas kemampuan d an kelayakan manusiawi.

– P – 4 akan mampu dilaksanakan o/ setiap mc INDONESIA. – Setiap mc mempunyai  keingIndonesian u/  mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan y/

lebih baik.

3. P-4 dikembangkan dari kodrat mc.

– Kodrat mc ialah sbg mahluk pribadi dan mahluk sosial. – Mc hanya mempunyai arti apabila ia hidup bersama mc lainnya. – Mc  tdk saja  membutuhkan  pertolongan  dan kerja  sama,  tetapi  juga  membutuhkan  perhatian,

kasih sayang, harga diri, dll.

– Sifat kodrat mc  sbg pribadi dan  sbg anggota masyarakat itu harus dikembangkan  scr  selaras,

serasi dan seimbang.

– Kekuatan  mc  tdk  terletak  pada  kekuatan  dirinya  sendiri,  melainkan  terletak  pada

kemampuannya u/ bekerja sama dgn mc lainnya.

4. P-4 dikembangkan dari pandangan PANCASILA thd hubungan antara mc dan masyarakatn ya.

– Kebahagiaan hidup akan terasa jika dpt dikembangkan keselarasan, keserasian dll. – PANCASILA memandang bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai bila di atas.

5. P-4 berpangkal tolak pada kemamp uan d an kemauan mengendalikan diri.

0813-2074-9020

5

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEBIJAKAN PEMERINTAH

1. Kurik ulum sekolah selain yang berlaku secara nasional terdapat pula kurikulum yang
disesuaik an dengan tuntutan dan kondisi daerah yang disebut dengan…
A. Kurikulum daerah
B. Kurikulum terpadu
C. Unsure daerah
D. Muatan local
JAWAB: D
2. Badan Pertimbangan Pendidik an Nasional (BPPN) dibentuk dan anggotanya diangk at oleh
Presiden sebagai perwujudan…
A. Lembaga pembantu Pres iden dalam pembangunan bidang pendidikan
B. Pengawasan pemerintah dalam pengendalian mutu pendidikan
C. Lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang pendidikan
D. Institusi non departmental dalam perumus an kebijak an pendidik an
JAWAB: A
3. Penyelenggaraan EBTANAS pada tingkat SD, SLTP, dan SLTA memberi kontribusi positif
kepada pembangunan sector pendidikan terutama dalam…
A. Upaya pengendalian mutu pendidikan
B. Meningkatk an angka partisipasi pendidik an
C. Mengurangi biaya operasional pendidikan
D. Memeratakan tanaga dan sarana kependidikan
JAWAB: A
4. Berik ut ini bentuk-bentuk perguruan tinggi menurut Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, kecuali
A. Akademi
B. Politeknik
C. Sek olah tinggi
D. Diploma 1
JAWAB: D
5. Berik ut ini nilai-nilai positif dari uoaya Pemerintah untuk memberi otonomi yang lebih luas
kepada perguruan tinggi negeri terutama untuk …
A. Melepaskan beban pemerintah dalam pendanaan operasional
B. Memacu pertumbuhan ekonomi dan kemak muran rakyat
C. Memacu perkembangan perguruan tinggi yang bersangkutan
D. Meningkatk an peran swasta dalam penyelenggaraan pendidikan
JAWAB: C
6. Pelaksanaan program pendidikan Paket A dan Paket B terutama dimak sudkan dalam rangk a…
A. Mendukung program wajib belajar 9 tahun
B. Meningkatk an k ecerdasan masyarakat
C. Memberikan bekal keterampilan
D. Memberantas buta pengetahuan dasar
JAWAB: D
7. Program Kapal Pemuda ASEAN dan Jepang bermanfaat dalam hal-hal berikut, kecuali…
A. Meningkatk an rasa persaudaraan
B. Menumbuhkan saling pengertian
C. Pertukaran nilai-nilai budaya positif
D. Penghapusan batas-batas budaya
JAWAB: D
8. Kedudukan budaya daerah dalam rangka pembinaan kebudayaan nas ional adalah sebagai…
A. Pelengk ap
B. Pendamping
C. Penunjang
D. Unsur
JAWAB: D
9. Menteri-menteri lingkungan hidup dari Negara-negara anggota ASEAN dewasa ini menggalang
kerjas ama dan memberi perhatian serius dalam mengatas i mas alah bers ama, yakni…
A. Polusi tanah karena limbah plastic
B. Laranagan pemanfaatan kayu tropis
C. Kes adaran rakyat tentang lingkungan
D. Masalah asap dan kebak aran hutan
JAWAB: C
10. Pemindahan penduduk dari satu pulau ke pulau yang lain, yang dik enal dengan program
transmigrasi, akan lebih efektif apabila dilakukan dengan…
A. Peningk atan sarana social
B. Penyediaan lapangan kerja
C. Perumahan yang memadai
D. Pemerataan lapangan k erja
JAWAB: D
11. Dana Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang dis alurkan oleh Pemerintah bertujuan untuk…
A. Menunjang kelancaran pembangunan
B. Mengembangk an desa yang tertinggal
C. Memberantas masalah kemiskinan
D. Mengatasai dampak krisis ekonomiu
JAWAB: D
12. Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menyongsong pasaran bebas Asia Pasifik
tahun 2020, harus dijawab terutama dengan…
A. Meningkatk an sumber daya manusia
B. Mengusahakan modal yang memadai
C. Mengolah kekayaan alam yang melimpah
D. Mendapat bantuan teknologi tinggi
JAWAB: A
13. Deregulasi automotif automotif yang dilakukan oleh Pemerintah pertengahan tahun 1999,
diharapkan memberi dampak positif dalam rangka…
A. Menghidupkan pasar mobil yang lesu
B. Meningkatk an jumlah ekspor mobil
C. Membatasi penggunaan mobil impor
D. Memacu pertumbuhan industri mobil
JAWAB: D
adalah…
A. Mendorong perkembangan usaha swasta
B. Melunasi hutang perusahaan swasta nasional
C. Menutupi kekurangan anggaran pembangunan
D. Memacu pertumbuhan ekonomi nasional
JAWAB: D
15. Berik ut ini pengaruh positif dari kebijakan k ebebasan pers yang dikeluarkan oleh pemerintah, kecuali…
A. Unsur budaya asing berk embang pesat
B. Perkembangan ilmu pengetahuan
C. Kebeanian mengek spresikan opini
D. Control masyarakat terhadap pemerintah
JAWAB: A
16. Fraksi-fraksi yang ada di Majelis Permusyawaratan Rak yat merupakan pengelompokk an
anggota yang mencerminkan…
A. Kebijakan pemerintah dalam mengatur lembaga tertinggi Negara
B. Perimbangan k ekuasaan pemerintahan yang disepak ati bersama
C. Pembagian kekuasaan legislative pada tingkat lembaga tertinggi Negara
D. Konfigurasi politik dan pengelompokkan fungsional dalam masyarakat
JAWAB: D
17. Ketetapan MPR No. IV/MPR/1982 tentang Referendum telah dicabut dengan Ketetapan MPR
No. VIII/MPR/1998, karena…
A. Dinilai tidak sesuai dnegan tuntutan Pasal 37 UUD 1945
B. Memberi kekuasaan yang terlalu luas kepada pemerintah
C. Menghambat perubahan yang mendasar terhadap UUD 1945
D. Membuka kemungkinan terhadap perubahan UUD 1945
JAWAB: A
18. Hal yang amat penting diperhatikan dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah…
A. Optimalisas i pemanfaatan kekayaan daerah
B. Pelestarian nilai-nilai tradisional di daerah
C. Perencanaan terpadu pembangunan daerah
D. Kuk uhnya persatuan dan kesatuan bangsa
JAWAB: D
19. Keputusan Presiden No. 47 Tahun 1999 menentukan bahwa anggota DPR periode 1997/2000
diberikan pesangon, dengan pertimbangan terutama…
A. Kinerja Dewan yang tinggi dan masa bakti kurang dari 5 tahun
B. Memacu k erja anggota Dewan supaya lebih berprestasi
C. Meningkatk an k ehormatan dan kesejahteraaan anggota Dewan
D. Jasa-jasa anggota Dewan dalam mendukung reformasi
JAWAB: D
20. Tim terpadu yang dibentuk pemerintah untuk mengkaji pemisahan lembaga ek sekuti dan
yudikatif guna mewujudkan lembaga peradilan yang bebas, sebagi c irri utyama dari…
A. Negara hukum
B. Pemerintah demokrasi
C. Kedaulatan rak yat
D. Pemerintah republic
JAWAB: B
21. Kebijak an pemerintah untuk memisahkan kek uasaan eksekutif dan yudikatif bertujuan…
A. Mewujudkan lembaga pengadilan yang mandiri
B. Memudahkan pengawasan terhadap lembaga peradilan
C. Meingk atkan efektivitas penyelenggaraan peradilan
D. Memperlancar penyelenggaraan adminis trasi kehakiman
JAWAB: A
22. Menurut peraturan perundang0undangan yang berlak u, pemberatasan korupsi, kolus i, dan
nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa saja, dengan memperhatikan praduga
tak bersalah, yahki seseorang dianggap tidak bersalah sebelum…
A. Menjadi terdakwa dalam tindak pidana yang dituduhkan
B. Menjadi tersangk a bahwa dia melakukan kesalahan
C. Diperoleh bukti-buk ti yang kuat tentang k esalahannya
D. Berlaku keputusan hakim yang menyatakan bers alah
JAWAB: D
23. Pertahanan dan keamanan bangsa dan Negara, menurut UUD 1945 menjadi tanggung jawab…
A. Pemerintah
B. TNI
C. Warga Negara
D. Rakyat
JAWAB: C
24. Pemisahan Polri dan TNI memiliki tujuan, terutama
A. Meningkatk an k esejahteraan Polri
B. Meningkatk an profesionalis me Polri
C. Mereformasi struktur oirganisasi Polri
D. Mereformasi struktur organisasi TNI
JAWAB: B
25. Peningkatan jumlah personel Kamra didasark an pada pertimbangan, terutama…
A. Kemampuan profeesional Polri
B. Keterbatasan anggota Polri
C. Kerawanan social yang meningkat
D. Mewaspadai ancaman keamanan
JAWAB: D

BEBERAPA KEBIJAKAN PEMERINTAH
DALAM LINGKUP DINAS PENDIDIKAN NASIONAL

UNDANG-UNDANG
Undang-undang Nomor 20 th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-undang Nomor 2 th 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-undang Nomor 22 th 1999 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-undang Nomor 43 th 1999 tentang perubahan atas UU no 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian
Peraturan Pemerintah
PP 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan
PP 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Sebagai Badan Hukum
PP 60 : word 97 (147 kb) penjelasan (349 kb) PP 61 : word 97 (69 kb) penjelasan (34 kb) – PP 60
dan 61 zip file (45 kb) self extracting file (61 kb) berikut penjelasan pasal demi pasal
PP Nomor 57 th 1998 tentang Perubahan Atas PP 30 th 1990 tentang Pendidikan Tinggi
PP Nomor 55 th 1998 tentang Perubahan Atas PP 28 th 1990 tentang Pendidikan Dasar
PP Nomor 56 th 1998 tentang Perubahan Atas PP 28 th 1990 tentang Pendidikan Menengah
PP Nomor 32 th 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil

Keppres & Inpres
Keppres Nomor 93 th 1999 tentang perubahan IKIP menjadi Universitas
Keppres Nomor199 Tahun 1998 tentang Tunjangan Dosen
Keppres Nomor 68 th 1998 tentang Pembinaan Kursus dan Lembaga Pelatihan Kerja
Inpres No, 6 2001 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika
Kepmen
Kepmendiknas NOMOR 045/U/2002 tentang KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI
Kepmendiknas Nomor 004/U/2002 tentang Akreditasi Program Studi pada Perguruan Tinggi
Kepmendiknas Nomor 184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan – Pengendalian dan Pembinaan
Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana di Perguruan Tinggi
Kepmendiknas Nomor 178/U/2001 tentang GELAR DAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI
Kepmendiknas Nomor 107/U/2001 tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI
JARAK JAUH
Kepmendiknas Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Penilaian Hasil
Belajar Mahasiswa
Kepmendiknas Nomor 36/D/O/2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit
Jabatan Dosen
Kepmendiknas Nomor 042/U/2000 tentang Persyaratan dan Tata Cara Penetapan Perguruan Tinggi
Sebagai Badan Hukum
Keputusan Menko Wasbang PAN tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Pengadaan Barang/Jasa
Kepmendikbud Nomor 036/U/1993 tentang gelar dan sebutan lulusan perguruan tinggi
Kepmendikbud Nomor 222/U/1998 Tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
Kepmendikbud Nomor 188/U/1998 mengenai akreditasi program studi PT untuk program sarjana
Kepmendikbud Nomor 187/U/1998 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
Kepmendikbud Nomor 155/U/1998 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan
SKB Mendikbud dan Ka. BAKN tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional dosen dan angka
kreditnya
Kepmendikbud Nomor 316/U/1998 tentang pengangkatan dan pemberhentian pimpinan perg. tinggi
dan pimpinan fakultas
Kepmendikbud Nomor 223/U/1998 tentang Kerjasama antar Perguruan Tinggi
Perubahan Keputusan Mendikbud tentang syarat dan prosedur WNA untuk menjadi mahasiswa PT di
Indonesia
Surat Menkeu tentang : Kriteria Mengenai Pengelolaan Dana Non Budgetair SK Dirjen
SK Dirjen Dikti tentang perubahan dan peraturan tambahan SK Dirjen Dikti No : 08/DIKTI/Kep/2002
SK Dirjen Dikti tentang penyelenggaraan program reguler dan non reguler di perguruan tinggi negeri
SK Dirjen Dikti tentang Pedoman Pembukaan Program Studi dan/atau Jurusan Berdasarkan Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000
SK Dirjen Dikti tentang Penetapan penerima dana hibah program Domestic Colaborative Research
Grant
SK Dirjen Dikti t
entang petunjuk tatacara pengangkatan Pembantu Rektor, Dekan, ……. dst
0813-2074-9020

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ide/Gagasan Dalam Menulis

  • Dari mana datangnya ide?
  • Datang sendiri secara tak terduga
  • Datang setelah kita melakukan sesuatu (baca buku, nonton film, jalan-jalan, mengalami kejadian yang luar biasa, dst)
  • Dicari
  • Berdasarkan referensi tertentu
  • Berdasarkan ucapan atau pendapat orang lain
  • Dan masih banyak lagi.
  • Mencari & mengembangkan ide
  • Pikirkan sebuah objek (sebuah foto di kamar)
  • Susun pertanyaan:
  • Kapan foto itu dibuat?
  • Siapa yang memotret?
  • Di mana lokasinya?
  • Kejadian apa yang berlangsung ketika itu?
  • Kenapa sampai ada foto itu? Adakah maksud tertentu?
  • Dalam rangka apa?
  • Bagaimana proses pembuatan foto itu?
  • Bagaimana suasananya?
  • Kita sudah mendapat sebuah ide yang lengkap!
  • Pikirkan sebuah kejadian (seorang preman berjalan di tengah pasar sambil membawa stik golf)
  • Susun pertanyaan:
  • kenapa ada preman kampung menenteng stik golf?
  • dari mana dia mendapatkan stik golf itu?
  • kenapa dia membawa stik golf itu ke sebuah pasar?
  • apakah stik golf itu milik pribadinya, atau hadiah dari seseorang, atau dicuri dari seseorang?
  • Bagaimana kejadiannya ketika dia mendapatkan stik golf itu? Apa yang terjadi ketika itu?
  • Dan seterusnya.
  • Kita sudah mendapat sebuah ide yang lengkap!
  • Pelajari sebuah budaya masyarakat, fenomena kehidupan, dst (misalnya: penduduk di perbatasan kalimantan yang lebih menyukai ringgit malaysia ketimbang rupiah. Mereka juga lebih suka berdagang di malaysia ketimbang di Indonesia.
  • Susun sebuah kisah tentang pemuda yang melawan arus. Ia ingin lebih cinta pada rupiah ketimbang ringgit. Ia juga bertahan untuk berdagang di Indonesia, walau tidak begitu laku.
  • Kisah seperti ini pernah dimuat di Annida edisi No. 21/XIV/16 Agustus 2005. Judul: Cinta di Perbatasan. Penulis: Herti Windya Puspasari.
  • Simak pendapat seorang tokoh. Misalnya: “Tolak RUU APP karena bertentangan dengan hak asasi perempuan!”
  • Coba menganalisis pendapat ini. Bandingkan dengan pendapat kita.
  • Jika misalnya kita tak setuju, coba inventarisir alasan-alasan kita, disertai referensi yang kuat.
  • Maka jadilah sebuah tulisan OPINI!
  • Pikirkan sebuah kondisi masyarakat. Misalnya: Masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara mengirim email.
  • Maka, buatlah sebuah penjelasan lengkap tentang cara mengirim email.
  • Maka jadilah sebuah tulisan “how to essay” atau technical writing.
  • Ingatlah sebuah pengalaman hidup kita yang berkesan. Misalnya: saya pernah kecopetan.
  • Ceritakan ulang pengalaman ini dengan gaya bahasa dan teknik bercerita yang baik. Ungkapkan bagaimana perasaan kita ketika mengalami kejadian tersebut.
  • Maka jadilah sebuah tulisan personal essay dengan judul “ketika aku kehilangan sesuatu”.
  • Anda punya pendapat, “Jalan kaki ke kantor itu lebih menguntungkan dari pada naik mobil”.
  • Kemukakan ide ini dengan bahasa yang baik, disertai alasan-alasan yang kuat dan logis. Sampaikan dengan gaya bahasa yang membujuk dan provokatif, tapi tetap dalam batas kewajaran.
  • Maka Jadilah sebuah artikel PERSUASIF dengan judul, “Ayo jangan kaki ke kantor!”
  • Kehabisan ide? Coba gali ide dari dongeng/cerita rakyat (cerita anonim, tak jelas siapa pemiliknya. Bebas dari hak cipta, jadi boleh kita utak-atik semau kita.)
  • Tulis ulang dongeng/cerita rakyat tersebut dengan versi apa saja, terserah kita. Ceritanya diubah atau diobrak-abrik pun tak masalah. Yang penting, masih ada benang merah dengan cerita aslinya.
  • Ide ada tapi bingung ketika mau menulis
  • Bebaskan pikiran, tulislah apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan peduli pada aturan apapun (EYD, struktur tulisan, dst)
  • Jangan dibebani oleh pikiran-pikiran seperti:
  • (1) tulisan ini harus bagus banget,
  • (2) tulisan ini harus menarik bagi semua orang, (3) dst
  • Jangan dibayang-bayangi oleh penulis idola Anda (“Pokoknya tulisan saya harus sama dengan tulisan Gunawan Muhammad!”)
  • Kerangka karangan bukanlah hal wajib. Gunakan jika ia membantu kelancaran ide. Jika justru mengganggu kelancaran ide, ya jangan pakai kerangka karangan.•         Menulislah untuk diri sendiri, untuk menyenangkan diri sendiri. Tulislah hal-hal yang menarik dan bermanfaat bagi diri sendiri.
  • Setelah lancar menulis, barulah kita berpikir tentang cara merevisi tulisan agar lebih bagus, agar menarik bagi orang lain, dst.
  • Ide sudah ditulis, tapi mandeg di tengah jalan
  • Istirahat dulu, kerjakan hal-hal lain
  • Rangsang ide dengan kegiatan yang bermanfaat (baca buku, nonton, diskusi dengan teman, dst)
  • Cobalah mengerjakan tulisan lain. Setelah fresh, kerjakan lagi tulisan sebelumnya. Tapi jangan meninggalkan sebuah tulisan terlalu lama!
  • Ide saya sudah ditulis oleh orang lain
  • Percayalah! Setiap manusia itu unik. Jadi walau idenya sama, belum tentu hasil tulisannya juga sama (jika ditulis oleh orang yang berbeda).
  • Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst.
  • Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada
  • Ide saya sudah klise
  • Menulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi atau kisah nyata  untuk cerita Fiks
  • Carilah bagian dari kisah nyata itu yang kita anggap menarik. Bagian yang kurang menarik, atau tidak menarik sama sekali, silahkan dibuang saja.
  • Galilah bagian yang menarik tersebut, lalu kembangkan ceritanya sesuai
  • keinginan kita
  • Kalau perlu, carilah sudut pandang yang unik, agar ceritanya menjadi lebih bagus.
  • Setelah itu, tulislah cerita Anda. Olahlah “bahan baku” tersebut menjadi cerita yang utuh
  • Setelah jadi, ia sudah menjadi cerita fiksi, bukan lagi pengalaman pribadi/kisah nyata.
  • Sumber Ide
  • Menyentuh (touch). Contoh: di dalam lingkungan sekolah, kita berpapasan dengan seorang pesuruh. Kita pun menyapa dan berjabat-tangan dengan pesuruh yang sudah mengabdi sekian lama. Genggaman tangannya yang kasar terasa lemah.–        Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul:  “Mereka yang Berjasa Tanpa Terasa
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Interviews & Reporting

What is the interview with the reportage? The answer is no. Reportage has a scope far wider than the interview, while the interview is one type of reporting techniques.
Reporting can be defined as the process of collecting data used for writing the work jusnalistik. The object of collecting data may be humans, living beings other than humans, books, historic sites, and so forth. A reporter called the interview if the object is a human reporting.
There are several types of interviews, namely:
1. Man in the street interviews. How this is done if we want to know the general opinion of society towards the issue / problem that we wish to raise the subject of news.
2. Casual interview, also called sudden interview. This is the kind of interviews conducted without any preparation / planning earlier.
3. Personality interviews, the interview is conducted on public figures of the famous, or it could be against those who are considered to have nature / habit / unique achievement, which is attractive to be appointed as news material.
4. News interview, the interview in order to obtain information and news from sources that have credibility or reputation in his field.

Good Interview
For job interviews we can succeed, it should be noted these things – among others – as follows:
1. Do preparation prior to interview. Preparation involves an interview outline, mastery of the interview, the introduction of the nature / character / habits of people who want us to interview, and so forth.
2. Obey the rules and norms prevailing at the venue for the interview. Manners, the kind of clothing worn, the introduction of the norms / local ethics, are the things that also need attention so that we can adapt to the environment in which the implementation of the interview.
3. Do not argue with resource persons. Duties an interviewer is looking for lots of information from a resource, not a discussion. If you do not agree with his opinion, leave it alone. Do not argue. If should be debated, to convey the tone asked, aka do not be impressed denied.
A good example: “But if something like that is not harmful to the growth of democratic climate itself, sir?”
Better example again: “But according to Mr. X, things like that was dangerous for the growing climate of democracy itself. What is your opinion? ”
Examples are not good: “But it can not be harmful to the growth of democratic climate itself, sir.”
4. Avoid asking questions of a general nature, and make it a habit to ask specific things. This will be helpful to focus your answer resource.
5. Express a question with a sentence as short as possible and to the point. In addition to saving time, it is also intended to make no confusion digesting sources greeting the interviewer.
6. Avoid the submission of two questions in one question. This can be detrimental to our own, because the resource is usually tend to answer only the last question he heard.
7. The interviewer should smart adjust to the various resource persons character. For quiet sources, the interviewer should be able to cast the expressions anglers who make the resource “open mouth”. As for the resource persons who hooked the way, the interviewer should be able to steer the conversation for the resource persons to speak only on matters relating to the interview material.
8. The interviewer also should be able to establish personal relationships with sources, by utilizing the free time available before and after the interview. Both sides can talk about things that are personal, or other things that are useful for familiarizing themselves. This will greatly assist the interview process itself, and also for good relations with resource persons in times to come.
9. If we are interviewing a man who has a particular opponent or enemy, act as if we are his side, although they are not. As the saying goes, “Do not talk about the cat in front of a dog lover.”
10. To a reporter the press that has not been prominent, such as the campus press and so on, the biggest obstacle in the interview process is usually not the interview itself, but the process to meet the resource person. For us to meet certain sources successfully, it takes struggle and creative tips and no surrender. One way is diligent in asking to people close to the resource persons. Koreklah as much information as possible about sources, such as phone numbers, addresses villa, what time he was at home and at work, where he plays golf, and so forth.

Media Print & Electronic Media
How to obtain / gather news through reportage, which aims to gather as much data related to the work of journalism that will be created. Party that became the object of reportage called expert. These resource persons can be humans, living beings other than humans, nature, or inanimate objects. If the source of the human person, the reportage is called an interview.
Thus, there is little difference between reportage with the interview. Interviews are part of the reportage, and reportage not only be done on humans.
But keep in mind that interviews for different print media to electronic media interviews. Interviews for the electronic media are usually packaged as attractive as possible. Before the interview, often conducted briefings between the interviewer and a resource, which aims to maintain the smooth interview. This is done because the interviews to electronic media merupa his “product” individual who “sold” to viewers / listeners.
While the print media, the most important for the reader is writing that is based on reporting results, so the interview process is not important to them. Therefore, the interviews for the print media can take place without an attractive packaging or briefing of journalists with resource persons. The only preparation you need to do is to prepare journalists themselves, which includes interview material and general knowledge of the interview material. While the interview process can take place in various situations and places. Can be in the office, in restaurants at lunch, over the phone, while walking toward the parking lot, while chatting, and so forth.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

MOTIVASI

Motivasi merupakan salah alat atasan agar bawahan mau bekerja keras dan bekerja cerdas sesuai dengan yang diharapkan.. Pengetahuan tentang pola motivasi membantu para manajer memahami sikap kerja stafnya masing-masing. Manajer dapat memotivasi staf berbeda-beda sesuai dengan pola motif masing-masing yang paling menonjol. Staf perlu dimotivasi karena ada staf yang baru mau bekerja setelah dimotivasi atasannya.  Motivasi yang timbul dari luar disebut motivasi ekstrinsik. Di pihak lain, ada pula staf yang bekerja atas motivasi dari dirinya sendiri. Motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri disebut motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik biasanya lebih bertahan lama dan efektif dibandingkan motivasi ekstrinsik. Jika seseorang berhasil mencapai motivasinya, maka yang bersangkutan cenderung untuk terus termotivasi. Sebaliknya, jika seseorang sering gagal mewujudkan motivasinya, maka yang bersangkutan mungkin tetap ulet terus berusaha dan berdoa sampai motivasinya tercapai atau justru menjadi putus asa (frustrasi).
Modul ini berisikan definisi dan pengertian motivasi dan  beda motivasi dengan motif, manfaat teori motivasi, teori motivasi konten dari Maslow, Murray, Alderfer, Herzberg, McGregor, Lewin & Vroom, McClelland; serta teori motivasi proses dari teori harapan Porter-Lawler, teori perilaku Skiner, teori Porter-Lawler, teori keadilan, dan teori White. Akhirnya, modul ini   ditutup dengan teknik-teknik memotivasi.
Motivasi ialah keinginan untuk berbuat sesuatu. Motif adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire) atau impuls. Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku.  Motivasi kerja dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan-kebutuhan    yang melatarbelakangi seseorang sehingga ia terdorong untuk bekerja.
Motivasi seseorang ditentukan oleh intensitas motifnya. Pertanyaan yang penting bagi keterampilan manajerial ialah, “Bagaimana menimbulkan motivasi kerja staf TAS?”
Motivasi merupakan proses psikis yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat berasal dari dalam diri maupun luar diri seseorang. Memotivasi diri apalagi memotivasi orang lain atau bawahan bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi terhadap orang yang sudah berusia di atas 40 tahun, atau pegawai yang sudah cukup lama menggeluti pekerjaan yang sama, sementara kenaikan pangkat dan jabatan sudah kecil kemungkinannya. Rutinitas pekerjaan sering dialami sebagai kejenuhan yang mendalam yang dapat menurunkan motivasi berprestasi yang diperparah pula oleh kondisi kerja yang tidak mendukung. Dalam memotivasi bawahannya, manajer atau leader berhadapan dengan dua hal yang mempengaruhi orang dalam pekerjaan yaitu kemauan dan kemampuan. Kemauan dapat diatasi dengan pemberian motivasi, sedangkan kemampuan dapat diatasi dengan mengadakan diklat.  Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa kinerja manusia yang tampak dipengaruhi oleh fungsi motivasi dan kemampuannya.
Motif cenderung menurun kekuatannya apabila sudah terpenuhi atau terhambat pemenuhannya.  Pemuasan  terhadap suatu kebutuhan mungkin terhambat dan orang  itu kemudian putus asa (frustasi). Tetapi ada pula  yang ulet  untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil.
Motivasi sangat penting bagi KEPALA SEKOLAH dalam meningkatkan kinerja (performance) stafnya karena  kinerja tergantung  dari motivasi, kemampuan, dan lingkungannya. Rumusnya  adalah:
Kinerja  (K) =  fungsi dari motivasi (m), kemampuan (k) , dan lingkungan (l) atau K = fm,k,l.
Kemampuan = aptitude x diklat x sumber daya.
Motivasi        =  kemauan x komitmen (Hunsaker,  2001)

d. Proses Motivasi
Proses motivasi dicontohkan oleh Gibson,et.al (2000:128)
1) Teori Maslow
Maslow membagi kebutuhan manusia atas lima hirarki yaitu:
1. Prestasi  ;    Kepala Sekolahalisasi, Pekerjaan yang menantang diri
2. Status      :  Kebutuhan Jabatan ,penghargaan
3. Kebutuhan  Persahabatan  memiliki Teman di kelompok,  Kestabilan
4. Kebutuhan keselamatan  : Tunjangan pensiun (rasa aman) Perlindungan
5. Kebutuhan fisiologikal  :  Gaji pokok

2) Teori Murray
Sementara itu, teori kebutuhan menurut Murray (1938) berasumsi bahwa manusia mempunyai sejumlah kebuthhan yang memotivasinya untuk berbuat. Kebutuhan-kebutuhan manusia itu menurut Murray adalah: (1) pencapaian hasil kerja, (2) afiliasi, (3) agresi, (4) otonomi, (5) pamer, (6) kata hati, (7) memelihaara hubungan baik, (8) memerintah (berkuasa), (9) kekuatan, dan (10) pengertian. Kebutuhan yang disampaikan Murray tersebut bersifat kategorisasi saja, Sebenarnya kebutuhan manusia itu sangat banyak, kompleks, dan tidak terbatas.

3) Teori Alderfer
Motivasi menurut teori Alderfer (1972) menyebutkan bahwa manusia itu memiliki kebutuhan yang disingkat ERG (Exixtence, Relatedness, Growth). Manusia menurut Alderfer pada hakekatnya ingin dihargai dan diakui keberadaannya (eksistensi), ingin diundang, dan dilibatkan. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial ingin berhubungan atau bergaul dengan manusia lainnya (relasi). Manusia juga ingin selalu meningkat taraf hidupnya menuju kesempurnaan (ingin selalu berkembang).

4) Teori Dua Faktor dari Herzberg
Tabel .2. Teori Dua faktor Herzberg
Faktor Motivasi (Intrinsik)        Faktor Kesehatan (Ekstrinsik)

1.    Prestasi (achievement)
2.    Penghargaan (recognition)
3.    Pekerjaan itu sendiri
4.    Tanggung jawab
5.    Pertumbuhan dan perkembangan        1.    Supervisi
2.    Kondisi kerja
3.    Hubungan interpersonal
4.    Bayaran dan keamanan
5.    Kebijakan perusahaan
(Herzberg,1968).

5) Teori X dan Y dari McGregor
Tabel 3. Teori X dan Y McGregor
Manusia Tipe X    Manusia Tipe Y
1.    Malas belajar dan atau bekerja (pasif))
2.    Mau bekerja kalau diperintah, diancam, atau dipaksa
3.    Senang menghindar tanggung jawab.
4.    Tidak berambisi dan cukup menjadi anak buah saja.
5.    Tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri
1.    Rajin belajar dan atau bekerja (aktif). Bekerja adalah bermain sehingga menyenangkan.
2.    Bekerja  atas kesadaran sendiri, kurang senang diawasi dan kreatif dalam memecahkan masalah.
3.    Bertanggung jawab
4.    Berambisi
5.    Mampu mengendalikan dirinya sendiri mencapai tujuan organisasinya (mandiri)
(Gregor,1957)

6)  Teori Ekspektasi dari Lewin dan Vroom
Teori ekspektasi (harapan) dikembangkan oleh Lewin dan diterapkan oleh Vroom secara khusus dalam praktek memotivasi. Teori ekspektasi ini mempunyai asumsi: (1) manusia biasanya meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dari karyanya; oleh sebab itu, manusia mempunyai urutan kesenangan (preference) di antara sejumlah hasil yang ia harapkan; (2) suatu usaha untuk menjelaskan motivasi yang terdapat pada seseorang selain harus mempertimbangkan hasil yang dicapai, ia juga mempertimbangkan keyakinan orang tersebut bahwa yang dikerjakan memberikan sumbangan terhadap tercapainya tujuan yang diharapkannya.

7) Teori McClelland
McClelland mengetengahkan teori motivasi yang berhubungan erat dengan  teori belajar. McClelland (1962) berpendapat bahwa banyak kebutuhan yang diperoleh dari kebudayaan.
Tiga dari kebutuhan McClelland adalah:
(1) kebutuhan akan prestasi (need of achievement) disingkat n Ach,
(2) kebutuhan akan afiliasi (need of affilition) disingkat n Aff, dan
(3) kebutuhan akan kekuasaan (need of power) disingkat n Pow.
Motivasi berprestasi ialah dorongan dari dalam diri untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan. Motivasi afiliasi ialah dorongan untuk berhubungan dengan orang lain atau dorongan untukmemiliki sahabat sebanyak-banyaknya.
Motivasi berkuasa ialah dorongan untuk mempengaruhi orang lain agar tunduk kepada kehendaknya.
Orang yang motif berprestasinya tinggi bercirikan:
(1) Bertanggung jawab atas segala perbuatannya-mengaitkan diri pada karir atau hidup masa depan, tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya;
(2) Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya-selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain untuk masukan-masukan dalam memperbaiki dirinya;
(3) Berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan (menantang dan terwujud)-melebihi orang lain, lebih unggul, ingin menciptakan yang terbaik;
(4) Berusaha melakukan sesuatu secara inovatif dan kreatif (sesuatu yang baru, sesuatu yang tiada duanya)-banyak gagasan, dan mampu mewujudkan gagasannya dengan baik. Ingin bebas berkarya, kurang menyenangi sistem yang membatasi geraknya ke arah yang lebih positif. Kekuatan datang dari tindakan Anda sendiri bukan dari orang lain;
(5) Merasa dikejar-kejar waKepala Sekolah-pandai mengatur waKepala Sekolahnya,  yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok, dan
(6) bekerja keras  dan bangga atas hasil yang telah dicapai.

Orang yang motif  bersahabatnya tinggi bercirikan:
(1)     Lebih suka bersama orang lain daripada sendirian;
(2)     Sering berkomunikasi dengan orang lain;
(3)     Lebih mengutamakan hubungan pribadi daripada tugas kerja;
(4)     Selalu bermusyawarah untuk mufakat dengan orang lain;
(5)     Lebih efektif bila bekerjasama dengan orang lain

Orang yang motif berkuasanya tinggi bercirikan:
(1)     Sangat aktif menentukan arah kegiatan organisasi;
(2)     Sangat peka terhadap pengaruh antar pribadi, dan kelompok;
(3)     Mengutamakan prestise;
(4)     Mengutakan tugas kerja daripada hubungan pribadi;
(5)     Suka memerintah dan mengancam dengan sanksi

8) Teori Perilaku Skiner
Teori pembentukan perilaku menurut yang dikemukakan Skiner (1974) menyatakan bahwa yang mempengaruhi dan membentuk perilaku kerja  disebut pembentukkan perilaku.
Contoh: manajer akan merubah perilaku pegawai dari tidak disiplin menjadi disiplin. Untuk memotivasi disiplin, manajer memberikan hadiah bagi yang disiplin dan hukuman bagi yang tidak disiplin. Hasil penelitian menemukan  disipin pada umumnya lebih efektif diberikan pada pegawai yang mendapat penghargaan dibandingkan dengan yang mendapat hukuman.
9)  Teori Porter-Lawler
Porter-Lawler menggambarkan model motivasinya .
10) Teori Keadilan
Teori keadilan menyatakan bahwa faktor keadilan/kewajaran yang mempengaruhi motivasi kerja staf. Sama jabatan, sama beban kerja, sama pengalaman kerja, sama prestasi kerja harus sama pula upahnya. Keadilan dirasakan oleh setiap individu dengan individu lainnya apabila sudah wajar.
11) Teori White
Menurut teori White seperti yang dikutip Handoko (2003) menyatakan motf uang bukanlah jaminan  untuk meningkatkan kinerja manusia. Karena kebutuhan manusia akan uang adakalanya mengalami titik kejenuhan sehingga uang bukan lagi memotivasi manusia. Di samping itu, manusia dapat menolak uang karena tugas yang dibebankan kepadanya melampaui kemampuannya.

TEKNIK MEMOTIVASI
1.    Meningkatkan komitmen mencapai tujuan melalui klarifikasi dan partisipasi staf.
2.    Memperkuat usaha peningkatan kinerja dengan harapan mendapat engahagraan.
3.    Menyediakan penghargaan yang bermakna bagi staf
4.    Menggunakan rangsangan-rangsangan positif
5.    Penghargaan diberikan pada waKepala Sekolah yang tepat.
6.    Penghargaan diberikan secara adil dan wajar.
7.    Penghargaan diberikan berdasarkan prestasii kerja.
8.    Bantu staf untuk mencapainya.
9.    Disain ulang tugas untuk memotivasi staf
10.    Beri staf peluang untuk belajar (Hunsaker,2001)

Selain itu, ada teknik motivasi lainnya yang dapat dilakukan terhadap bawahan yaitu yang disebut dengan prinsip dengan singkatan MOTIVATE (Verma, 1996) yaitu:

M    Manifest artimya bangkitkan rasa percaya diri ketika pendelegasian tugas
O    Open artinya bangkitkan percaya diri ketika mendelegasikan tugas
T    =  Tolerance artinya toleransi terhadap kegagalan, mau dan boleh belajar dari kesalahan karena pengalaman adalah guru yang terbaik (Tingkatkan kreativitas).
I    Involve artinya semua pihak terkait dalam pekerjaan (meningkatkan  rasa diterima dan komitmen)
V    Value artinya nilai-nilai yang diharapkan dan diakui dalam kinerja yang baik  (hadiah apa yang didapat, dan bagaimana mendapatkannya)
A    Align artinya menyeimbangkan sasaran pekerjaan (proyek) dengan sasaran individu (orang-orang bersemangat mencapai kepuasan yang mereka inginkan)
T    Trust artinya kejujuran setiap anggota tim (vital dalam memotivasi)
E    Empower artinya berdayakan setiap anggota tim sewajarnya
(khususnya dalam  pengambilan keputusan dan pelaksanaannya)

Model pengharapan Porter dan Lawler ini menyajikan sejumlah  cara manajer memotivasi bawahannya seperti yang diungkapkan Nadler & Lawler (1977) sebagai berikut ini.
(1)    pemberian penghargaan disesuaikan dengan kebutuhan bawahan,
(2)    jelaskan prestasi yang diharapkan,
(3)    buatlah presasi yang menantang dan dapat dicapai,
(4)    hubungkan penghargaan dengan prestasi,
(5)    analisis faktor-faktor yang bertentangan dengan efektivitas penghargaan, dan
(6)    Penentuan penghargaan yang memadai.

CARA MEMBERDAYAKAN POTENSI SENDIRI / INTROSPEKSI:
1)    waKepala Sekolah dan pikiran diri sendiri,
2)    taraf intelegensia,
3)    emosi dan perasaan diri sendiri,
4)    keteguhan hati dan ketekunan,
5)    prinsip hidup
6)    pencapaian sukses,
7)    racun kehidupan,
8)    toleansi,
9)    percaya diri,
10)    nilai kehidupan,
11)    memahami hakikat kebenaran,
12)    membangun kemandirian, dan
13)    menggunakan kekuatan alam (Djidji Suryadi & Hartoto Hendradjaya, 2001).

CARA  MEMBERDAYAKAN POTENSI ORANG LAIN
1)     Observasi
2)     Menanyakan ke orang terdekat tentang yang bersangkutan.
3)     Mempelajari riwayat hidup
4)     Mengenali reputasi, prstasi, dan gaya hidup.
5)     Menggunakan instrumen tes potensi,
6)     Mengetahui hobby dan kebiasaan,
7)     Mengecek kepada yang bersangkutan
8)     Mengetahui lingkungan pergaulannya.   (Djidji Suryadi & Hartoto Hendradjaya, 2001).

Ringkasan
Motivasi merupakan salah alat atasan agar bawahan mau bekerja keras dan bekerja cerdas sesuai dengan yang diharapkan.  Motivasi yang timbul dari luar disebut motivasi ekstrinsik dari dalam intrinsik.   Motivasi ialah keinginan untuk berbuat sesuatu. Motif adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire) atau impuls.                  Motivasi sangat penting bagi KEPALA SEKOLAH dalam meningkatkan kinerja (performance) stafnya karena  kinerja tergantung  dari motivasi, kemampuan, dan lingkungannya.
Teori motivasi meliputi teori  Maslow, Murray, Alderfer, Herzberg, McGregor, Lewin & Vroom, McClelland, Porter-Lawler, Skiner, Porter-Lawler,  keadilan, dan White. Teknik memotivasi gunakan MOTIVATE.

Daftar Pustaka
Davis, K. & Newstrom. 1997. Organizational Behavior Human Behavior at  Work. 10th Edition. New York: The McGraw-Hill  Companies, Inc.
Djidji Suryadi dan Hartoto Hendradjaja. 2001. Kepemimpinan di alam terbuka. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, J.H. & Konopaske, R. 2003.
Organizations Behavior  Structure Processes. Elevent Edition.  New York: McGraw-Hill Higher Education.
Herzberg, F. 1968. One more time: How Do You Motivaate
Employee?, Harvard Bussiness Review.
Hunsaker, P.L. 2001. Training in Management Skills. Upper Sadle River
New Jersey: Prentice Hall.
Maslow. A.H. 1943. A Theory of Human Motivation, Psychological Review. Vol. 50, pp. 374-396.
McGregor,D. 1957. The Human Side Enterprise. Cambridge: Massachusetts Institute of Technology, April 9.
Porter, L.W. & Lawler III, E.E. 1968. Managerial Attitudes and Performance. Homewood: The Dorsey Press & Richard D. Irwin, Inc.
Verma, V.K. (1996). The Human Aspects of Project Management  Human Resources Skills for the Project Manager. Volume
Two. Harper Darby, PA: Project Management Institue.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Madrasah Life Education

Several methods of education conducted by tabi’in soul, is as follows.
1. Fear God and the Soul of Maksiat Holding
Allah swt. says, “And as for those who fear the greatness of his Lord and to refrain from the desire desires, verily surgalah residence (it)” (an-Naazi’aat: 40-41)
Qurtubi Imam Mujahid said words to comment on the word of God in this verse, “That is fear in the world to Allah Azza wajalla while in the valleys of sin and he is mired in it. ‘And refrain from sensual desire’, namely holding of immoral-immoral and forbidden things. ”
A fierce passions and hard cover reasonable function and to control it. It takes great strength to destroy it, centered on the fear of God, afraid to open any errors in the Day of Resurrection, afraid of suffering in the world and the hereafter. So how do the tabi’in educate their souls and follow it with the fear of God, along with the accompanied rajaa `’hope’ forgiveness and mercy. And it was realized by studying the sciences of the hereafter; start the grave problems to enter the end: heaven or hell. Learning the details of matters relating to the afterlife helps to instill fear in the soul.
2. Forming a Mental Patient
Allah swt. says, “And be patient, together with those who call on their Lord morning and evening with the hope of His good pleasure.” (al-Kahf: 28)
Soul of origin tend to send to the crime, and among its characteristics are reluctant beriltizam and bound, but glad to move and out of control, though control is beneficial for him in the afterlife. Life is not like a person ruled against the hated, or restrict his movements. Therefore, he gave the love to their owners to relax and lounge-inattentive.
It was narrated from Imam al-Hafi Basyar ra, he was walking with someone on the street, then his friend was feeling thirsty, so he said to him, “We drink from this water?” So Basyar Imam said, “Be patient until the other wells.” And when they reached the wells in question, Basyar said to him again, “Later, through other wells.” And he kept repeating. Then he turned to his friend and said, “So we decided the world.”
Imam Ibn al-Qayyim rahimahullah comment on the incident by saying, “Who would understand the existence of this, he will reveal the reasons for not doing something and berlemah her soft, beautiful and promising to make patience for what they have to embrace. As some scholars salaf told that sent his soul to the evil, ‘By Allah I did not want to forbid you from that you like it but because he wanted to control the desires that bad.’ ”
This control is the punishment of Allah Ta’ala on the passions. And this is one of the factors that encourage the companions of ra, then the tabi’in to combat the soul, of who is unpopular with the ban, to what is desired and beloved passions.
3. Controlling Lust
Prophet. said in a hadith narrated by Imam Bukhari, “Heaven is covered (dihijab) with things that are despised, and hell is covered with lust-lust.” (Bukhari)
In Bukhari history, heaven seems to be covered with the hijab, and the hijab is not from leather or silk or other types of fabric other cover, but he terhijab of things that are despised. Therefore, it is not a cover but a lot. And the veil that varies with the variety of motifs and colors are different, because in every calamity there is a separate color, on every test there own style. Thus, it is not possible for a believer to heaven, except by revealing the hijab, hijab is full.
Disclosure-hijab hijab that sometimes takes a long time. By itself, this is an attempt “to control the soul” which sometimes strayed along the road. And the difficulty of revealing the hijab, hijab of the things that are despised, often encourage the owners to be lazy and relaxed. Reconciliation to the disgrace that is in their souls and above what is proposed for the hereafter, without any extra.
Control does not like the soul and also not in tune with it, but we have no other choice but to do this method, if we want expensive merchandise of God (heaven), though our souls are not unusual following method: just as the souls of the first generation and the tabi’in are accustomed to the good; as shown priest who consistently, Commander of the Faithful in the science of hadith, Abdullah Ibn Mubarak when he said, “People are devout in the past, they always follow the good life by itself, while our souls is almost always follow the hated. Therefore, we have to hate people who took to the hated. ”
4. Keeping the nature of Files
Allah swt. says, “And who is saved from his miserliness, they are the ones who are lucky.” (al-Hasyr: 9)
Imam al-Qurtubi said, “Files and hunks (ash-syukh and al-bukhl) is the same. Some linguists say that the miser (ash-syukh) harder than hunks (al-bukhl). “But that’s true,” Files are very greedy grabber. And that meant in the verse is miserly with the charity that is not mandatory, such as friendship, respect for guests, and the like. And not including the miserly or stingy that menginfakkan for it. And anyone who feels his soul and not widely berinfak against what we’ve tuturkan of zakat, charity and obedience-obedience, then he is not maintained from stinginess. ”
With a thorough understanding of this, Imam al-Qurtubi define miser. If so, do not like the miser who understood the people that they say he is a special human diinfakkan on the compulsory Zakat, and alms to the people and the poor and indigent people in need, but he is thorough, covering infak in obedience compliance with all of its kind. And, the worst of this kind is stinginess soul on its ban to do deeds of obedience that could bring him closer to heaven.
And miserly including the main character lives, that is the soul that holds the owner of all the closer to Allah swt. and who delivered it to heaven. Also on the contrary, he did not prevent the owner to provide the lusts and passions are distanced from Allah ta’ala, and to approach him hell. And whoever is able to fight and beat on what is wanted from the reluctance to do good deeds, it will submit it to the grace of God to heaven and he was among those who won.
5. Trust
From Muhammad ibn Abi Imran says, “I heard Hatim who can not hear someone ask, ‘With what you build your case in trust to God?’ He said, ‘In the following things: I know that rezekiku not be eaten by selainku, then calm my soul, I know that amalku not be done by selainku, so I’m busy with it, I knew death would come to me anytime, so I berisap ready for it, I know, I never separated from God’s view no matter where I am , then I’m ashamed to him if looks are doing immoral. ‘”
The scholars disagree about the meaning of trust. However, they are all significant opinions handed everything to Allah Ta’ala and the conviction of his power to fulfill it, also by revealing the causes to get something that meant (endeavor), and break away from relying on the causes of it, and depending on who makes the causes of it, He is Allah ta’ala. Four things are spoken of a zahid, Abi Hatim that can not be heard, is not the definition of trust, but it is basic manners built scholars in terms of trust.
6. Self Introspection
a. Telling humiliating Souls on Crime
Introspection is not possible without attention and standby starts against the movements of this soul. Menghinakannya before humiliated by other people and before seeking their shame-shame. And, this is the entrance to introspect soul who warned of a zahid, religious scholars, Abu Sulayman ad-Darani, when he was asked Ahmad bin Abil Hiwari: “So and so and so and so’s not in my heart (read: I do not like).” Ahmad bin Abil Hiwari said, “Nor in my heart. But hopefully we are coming from my heart and your hearts, and we do not have the kindness and love instead of us are not righteous. ”
b. Stupid Enemies
If ad-Imam Ibn Abil Hiwari Darani warn only, Yahya bin Mu’adh warned a group of his followers by example, where he said to them, “Among human happiness is to give insight to the enemy, but enemies do not have the understanding.” It is said to him, “Who is your enemy?” He replied, “My soul who sells heaven in which there is a timeless pleasure with a passion that only a moment.”
Enemies are stupid it is harmful to the soul, when the man with the falseness of the world adorn, decorate and make it easier to do lust-syhawat, and underestimate the nature of a crime. This is the battle with the soul of a believer who asked and who forget the evil force of the favors of heaven, also turned a blind eye to it, and put him the temporary pleasures of the world.
c. Always Alert
He humiliating her soul in every situation and not leave the place that he could breathe breathe in it. Not also give the opportunity to hunt in it and cover the whole broad sectors in which the soul can wander around and find a place to commit a crime. However, the current generation has no such readiness tabi’in generation.
d. Other types of Introspection
People do not think that introspection is limited to the introspection of the immoral and disparagement against the dangers of immoral or similar to it. In fact, introspection involves a variety of things, to obedience, when fear keistiqamahan in this way be affected by feelings of self pride taufik forget the giver, God Almighty. and belittle other people from the truth. This is the kind of introspection that is disclosed to us from Ibrahim ibn al-Asy’ats of ‘Abidil Haramain (Imam Malik) in seclusion (solitary) with his soul.
Wallahu a’alam bish-shawwab.
Excerpted from the book: Soul of Education Madrasah Marwa-Bulletin

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Intelligence and Communication Skills

Equipping Students With Early Communication Skills and Intelligence
Integrate Life Skills in the Curriculum
Academic ability is not enough to equip students. Skills and abilities needed to communicate very well. Some schools have implanted materials commonly referred to as life skills or soft skills that early on.
——
BAMBANG shaking his head because it can not believe it. Al-Hikmah Elementary School Teachers Surabaya it received word that his friend decides to quit his job. In fact, his salary reached tens of millions of rupiah per month. “My friend went out for failing to coordinate with fellow team-mates,” said the man who has eight years teaching of Indonesian.
He admitted, during this school often only focus on student academic problems. The ability provided only technical or scientific nature regarding future employment. While other areas related to provision of communication in real life is often forgotten. “Learning is not only focused on academic ability. It should be understood that the investment is very important life skill. And it should be done early, “added the father of one child.
Do not want the same thing happen to student-siswinya later, Bambang always rack my brain with other teachers to develop lessons that included planting life skill. Thought it was based on the consideration that most of the time children spent in school. Moreover, many parents who are super busy workers.
Martadi MSN, education experts from the State University of Surabaya (Unesa), explained that in general life skill divided by two, namely generic and specific. Generic cover personal and social proficiency, and proficiency to communicate and collaborate. These generic skills life skill that must be given early. Teachers must develop creative activities. “While the specific life skill is included in the realm of the job. Ie academic and vocational or vocational, “he said.
What has been disclosed Martadi also implemented a number of schools in the country. One of them is Al-Hikmah Elementary School in Surabaya. Full day school is designing the school activities in accordance with the purpose of implementing life skill to be achieved. “Normally we put directly on Learning Program Plan (RPP) that we put every day,” said Bambang.

For basic life skill, usually teachers want their students are able to work in teams, able to give credit to others, loving environment, courage, independence, responsibility, and moral cultivation. “Integration with planting life skill curriculum would be easier if we use the model-themed teaching,” he said.

Many examples of plant life skill that has been done by the school. Most are outdoor. For example, medicinal plant families (toga). “We are integrated with science lessons. Learning medicinal plants as well as instilling life skill, “said East Java contributive Teacher Education Consortium choice of Islam (KPI) that.
In these activities, students in grade two is divided into several groups. Each group should be responsible for a plant that is planted to grow large. From these group activities, students eventually interact. Students who have the leadership of talent will stand out character. A quiet man, initially was having trouble to blend. “If it were so, down to motivate teachers, as facilitators. We ask the president to engage students who are less active, “he said.
Do not stop until the extent of planting, the school also asked children to make statements of plant growth. In fact, when the crop is harvested, the students are asked to raise a bazaar in the school and sell their drugs to parents. They were asked independently to offer and serve. “That way, learning has given two provisions. Namely academic and life skill, “he said.
According to Bambang, through collaborative activities within the team, the properties of the child will be revealed. Teachers will find out who needs more motivation. After that, the school will communicate to the parents.
Outdoor activities to develop life skills in elementary school students also performed Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS). For programs which they christened character building, leadership camp to prepare school. Students are divided into groups and asked to stay in school. “They are tested to be able to perform the task well. When their leader, be a good leader, “said Dwipriyo Setyowahono, the principal.
Through the camp at the school, students will enjoy new experiences. For example, what it’s like lining up a shower, set sleep schedule for the next day did not oversleep, and other independent learning. “What we also emphasize the socializing with other communities,” he added.
SAIMS also doing home stay. Way, left school students in the homes of residents. A location usually they choose while on holiday.
Home stay is one of the flagship activities of the school in student mental brewing. With these activities, continued Dwi, students will learn to respect others and adapt. “Teachers do have to be a front guard for the success of the program. Therefore, new ideas must always ditelorkan, “he said.
After the implementation of life skill programs, teachers must not remain silent. Teachers must be able to map students. For example, whether the student originally thought to be less in a case have been able to fix the shortcomings? “The report is usually written in a special skill mastery,” said Bambang. After teachers draw conclusions about students’ progress. Teachers must not forget to also convey to parents. (Anita Rachman)

 

Google Terjemahan untuk:PenelusuranVideo
Posted in Uncategorized | Leave a comment